Senin, 14 September 2009 di 07.22 |  
  1. PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.

Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan.

Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.


 

  1. BENTUK/METODE PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS

Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.


 

Metode Langsung

  

  

  

  

  

  

  

  

PT ABC 

  

  

LAPORAN ARUS KAS 

  

  

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 

  

  

(dalam Rupiah) 

  

  

     

  

  

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : 

   

  

  

Kas yang diterima dari pelanggan 

 

951.000  

 

  

  

Dikurangi : 

   

  

  

 

Kas untuk membeli persediaan 

555.200  

  

  

  

 

Kas untuk membayar biaya operasi 

259.800  

  

  

  

 

Kas untuk membayar biaya bunga 

14.000

  

  

  

 

Kas untuk membayar pajak 

29.000  

  

  

  

   

858.000  

 

  

  

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi 

  

93.000  

  

  

     

  

  

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi : 

   

  

  

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi 

 

75.000  

 

  

  

Kas keluar untuk membeli peralatan 

 

(157.000) 

 

  

  

    

(82.000) 

  

  

Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi

   

  

  

     

  

  

Aliran kas dari kegiatan keuangan : 

   

  

  

Kas yang diterima dari penjualan saham 

 

160.000  

 

  

  

Dikurangi : 

   

  

  

 

Kas untuk membayar dividen 

23.000  

  

  

  

 

Kas untuk membayar hutang obligasi 

125.000  

  

  

  

   

148.000  

 

  

  

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan 

  

12.000  

  

  

Kenaikan kas 

  

23.000  

  

  

Saldo kas pada awal tahun 

  

26.000  

  

  

Saldo kas pada akhir tahun

  

49.000  

  

  

  

 

  

  

  

  


 

Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.

Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari operasi.


 


 

SOAL LATIHAN


 

Kegiatan operasi adalah transaksi yang berpengaruh pada net income, sementara itu kegiatan investasi adalah transaksi yang mengakibatkan bertambah atau berkurangnya investasi pada harta tidak lancar serta kegiatan pendanaan/keuangan adalah transaksi yang mempengaruhi besarnya hutang jangka panjang dan kepentingan pemilik perusahaan. Anda diminta untuk :

  1. Menentukan apakah masing-masing transaksi di bawah ini merupakan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
  2. Menentukan apakah telah terjadi penambahan atau pengurangan atau tidak memepengaruhi kas perusahaan.


     

No. 

Transaksi 

Jenis Kegiatan 

Pengaruhnya 

1.

2.

3.

4.


 

5.

6.

7.


 

8.

Membayar biaya sewa ruangan

Membayar dividen kepada pemilik

Membayar gaji karyawan

Membeli barang dagangan dan membayar harga barang

Menjual barang dan menerima hasilnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya dengan mengeluarkan saham

Menjual saham perusahaan di atas harga nominal 

Kegiatan Operasi

Pengurangan

No. 

Transaksi 

Jenis Kegiatan 

Pengaruhnya 

9.

10.

11.

12. 

Membayar bunga pinjaman obligasi

Meminjam uang dari bank

Membayar hutang obligasi

Membayar hutang dagang

  


 

Metode Tidak Langsung

  

  

  

  

  

  

  

  

PT ABC 

  

  

LAPORAN ARUS KAS 

  

  

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 

  

  

(dalam Rupiah) 

  

  

     

  

  

Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : 

   

  

  

Laba bersih menurut laporan laba rugi

 

90.500  

 

  

  

Ditambah : 

   

  

  

 

Biaya depresiasi 

18.000  

  

  

  

 

Penurunan persediaan kantor 

8.000  

  

  

  

 

Kenaikan hutang jangka pendek 

16.800  

  

  

  

 

Kenaikan hutang biaya 

1.200  

  

  

  

   

44.000  

 

  

  

Dikurangi : 

   

  

  

 

Kenaikan biaya dibayar dimuka 

1.000  

  

  

  

 

Kenaikan piutang usaha 

9.000  

  

  

  

 

Penurunan hutang pajak 

1.500  

  

  

  

 

Laba penjualan aktiva tetap 

30.000  

  

  

  

   

41.500  

 

  

  

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi 

  

93.000  

  

  

     

  

  

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :

   

  

  

Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi 

 

75.000  

 

  

  

Kas keluar untuk membeli peralatan 

 

(157.000) 

 

  

  

    

(82.000) 

  

  

Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi 

   

  

  

     

  

  

Aliran kas dari kegiatan keuangan :

   

  

  

Kas yang diterima dari penjualan saham 

 

160.000  

 

  

  

Dikurangi : 

   

  

  

 

Kas untuk membayar dividen 

23.000  

  

  

  

 

Kas untuk membayar hutang obligasi 

125.000  

  

  

  

   

148.000  

 

  

  

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan

  

12.000  

  

  

Kenaikan kas 

  

23.000  

  

  

Saldo kas pada awal tahun 

  

26.000  

  

  

Saldo kas pada akhir tahun 

  

49.000  

  

  

  

  

  

  

  

  


 

Jika kita amati contoh di atas, terlihat bahwa perbedaan antara metode langsung dengan metode tidak langsung terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.


 

  1. DATA UNTUK MENYUSUN LAPORAN ARUS KAS

Aliran kas yang dilaporkan disajikan dalam tiga kelompok besar kegiatan yaitu kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Untuk mempermudah penyusunan laporan arus kas untuk masing-masing kelompok kegiatan maka perlu diperhatikan informasi yang relevan sebagai berikut :

No. 

Menyusun Arus Kas Dari

Informasi yang Relevan 

1. 

Kegiatan Operasional

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Saldo awal dan saldo akhir harta lancar
  3. Saldo awal dan saldo akhir hutang lancar selain hutang dividen
  4. Data tambahan (jika ada)

2. 

Kegiatan Investasi

  1. Saldo awal dan saldo akhir investasi dan aktiva tetap
  2. Data tambahan (jika ada) 

3. 

Kegiatan Keuangan 

  1. Saldo awal dan saldo akhir dari Modal dan Hutang Jangka Panjang serta Laba Ditahan
  2. Saldo awal dan saldo akhir Hutang Dividen
  3. Data tambahan (jika ada) 


 


 

  1. MEMBACA LAPORAN ARUS KAS

Semula banyak pengguna laporan keuangan yang lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada laporan Laba Rugi dan Neraca. Laporan Laba Rugi menggambarkan hasil usaha perusahaan selama periode tertentu. Sementara itu Neraca menggambarkan posisi keuangan pada saat tertentu. Akhir-akhir ini disadari cara mengelola kas perusahaan juga perlu dievaluasi yaitu dengan cara mengevaluasi laporan arus kas.

Sebelum melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas. Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk sebesar itu.

Ada beberapa kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:

  1. Semua kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar.
  2. Semua kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis.
  3. Kegiatan operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif. Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan penen kas.
  4. Kegiatan operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif. Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal.
  5. Kegiatan operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
  6. Kegiatan investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif. Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi.
  7. Kegiatan opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif. Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
  8. Kegiatan investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif. Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.


     

Dengan memperhatikan beberapa pola aliran kas di atas peserta akan dapat mengetahui makna dari informasi arus kas dari suatu perusahaan yang dilaporkan dalam laporan arus kas sehingga dapat mengevaluasi pengelolaan kas yang dilakukan perusahaan.


 


 


 

Diposkan oleh admin Label:

0 komentar:

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates